YOGYAKARTA - Pada mula asalnya JCM
terbentuk dengan semangat pecinta film yang haus apresiasi pada
film-film pada masa itu, mereka berkumpul, muter film bareng dan sharing
atau berdiskusi tentang film tersebut. Tepat pada hari Sumpah Pemuda
(28 oktober) tahun 1993 JCM resmi berdiri .
Jama’ah Cinema Mahasiswa atau biasa
disingkat JCM merupakan salah satu dari 17 UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)
di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jama’ah Cinema Mahasiswa adalah
satu-satunya kine klub atau study film kebanggaan di UIN Sunan Kalijaga.
JCM bergerak di bidang audio visual khusunya film indie.
JCM yang sudah menginjak umur ke-20-nya
ini sudah mengalami pendewasaan dalam berkarya, semangat apresiasi
mereka yang dulu sekarang diimbangi dengan semangat produktifitasnya
dalam berkreasi, hal ini terbukti dengan puluhan film-film yang sudah
telah diproduksi oleh kine klub ini. Beberapa penghargaanpun telah
diraih sineas-sineas muda berbakat UIN ini. mulai dari juara 2 Festifal
Film Lesbumi, Film Terbaik di Ikom Film Festival dengan juri Ifa
Isfansyah, Agus Kunz dan juri juri berkompeten lain, dan Film terbaru
JCM yang berjudul Magersari masuk dalam nominator di Apresiasi Film
Indonesia 2013 ajang bergengsi perfilman tahunan yang diadakan oleh
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, juga nominator dalam Pekan Film
Yogya yang diadakan Dinas Kebudayaan Yogyakarta .
Dengan kreasi audio visualnya JCM mengajak
semua anggotanya belajar menghargai minat dan bakat mereka agar tidak
terbuang sia-sia. Mengolah bakat di JCM bukan hal yang sulit juga tentu
tidak mudah tapi karena minat dan keinginan berkarya hingga sesuatu hal
menjadi menyenangkan. JCM sudah banyak melahirkan banyak sineas-sineas
muda berbakat, banyak dari alumni JCM yang sekarang sudah membuka PH
(production House) dan pastinya melahirkan karya-karya unggulan pula,
dan tidak sedikit yang sudah bergabung dengan PH profesional di
Indonesia . banyak dari anggota JCM yang sengaja bergabung untuk
memperdalam ilmu dalam perkuliahan mereka, seperti kita tahu di UIN
Sunan Kalijaga ada Prodi KPI dan Ilmu Komunikasi yang memang bergerak di
bidang audio visual dan ada juga beberapa anggota yang memang ingin
belajar menjadi movie maker dan bercita-cita menjadi Sineas yang besar
tidak sedikit juga yang pengen jadi artis. “dari kreasi jadi rejeki”
celetukan itu yang sering diomongkan di kalangan JCM, tapi benar adanya
bahwa meraup rejeki bisa dengan kreasi yang sesuai minat dan bakat kita.
Mengapa tidak ? Banyak hal yang kita dapat di JCM ilmu, kreasi, relasi,
rejeki dan banyak lagi. Dengan semangat berkreasinya JCM selalu
mengingatkan “ Ajining Manungsa, Dumuning ana ing Karya” . Jadi
sudahilah budaya tebar orasi sudah saatnya kita berkreasi. Mari
berkreasi ! (ali)

